TVRINews, Malang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, yang dinilai berhasil mengembangkan dan memproduksi semen beku dari berbagai jenis sapi unggul, seperti Wagyu, Belgian Blue, Limousin, Simmental, Angus, Brahman, Sapi Bali, Sapi Madura, Peranakan Ongole, hingga Friesian Holstein.
Khofifah menilai capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas genetik ternak nasional sekaligus mendukung percepatan swasembada daging di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menyoroti pengembangan sapi Belgian Blue yang sebelumnya diperkenalkan kepadanya oleh Dubes Belgia pada 2018. Ia menyebut, saat ini peternakan Belgian Blue telah berkembang di sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Mojokerto, Situbondo, Bondowoso, dan Jember.
“Ke depan ini bisa terus dikembangkan, termasuk kemungkinan kawin silang Belgian Blue di berbagai wilayah,” ujarnya dikutip, Senin, 29 Juni 2026.
Selain itu, Khofifah juga menyoroti pengembangan sapi Wagyu yang telah dilakukan BBIB Singosari sejak beberapa tahun terakhir. Menurutnya, produksi Wagyu membutuhkan perlakuan khusus agar menghasilkan kualitas daging setara standar Jepang.
“Harga daging Wagyu di restoran bintang lima bisa di atas Rp1 juta per kilogram. Karena itu proses pemeliharaannya memang tidak mudah dan tidak murah,” katanya.
Khofifah berharap BBIB Singosari terus memperkuat pendampingan kepada peternak, khususnya dalam pengembangan sapi unggul seperti Wagyu dan Belgian Blue, termasuk adopsi pola pemeliharaan yang lebih modern.
Ia optimistis, dengan penguatan sektor peternakan dan inseminasi buatan, Indonesia berpeluang mencapai swasembada daging dalam tiga tahun ke depan.
“Kalau kita serius dan terkoordinasi, tiga tahun saya rasa kita bisa swasembada daging,” tegasnya.
Menurut Khofifah, BBIB Singosari merupakan aset strategis nasional yang berperan penting dalam peningkatan populasi dan kualitas genetik ternak melalui teknologi reproduksi dan produksi semen beku.
“Ini aset nasional yang sangat penting untuk mempercepat peningkatan kualitas ternak di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBIB Singosari Akbar menyampaikan bahwa lembaganya saat ini mampu memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan semen beku nasional. Hingga semester pertama 2026, produksi mencapai 895.559 dosis dengan total stok sekitar 4,7 juta dosis.
“Stok ini cukup untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan,” kata Akbar.
BBIB Singosari juga telah mengekspor lebih dari 35 ribu dosis semen beku ke 11 negara, di antaranya Malaysia, Timor Leste, Kamboja, Nigeria, Afghanistan, hingga Tanzania.










