TVRINews, Probolinggo
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, membuka pasar murah di Sentra Kuliner Geladak Serang, Kota Probolinggo, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan di Jawa Timur.
Ratusan warga, terutama ibu rumah tangga, telah memadati lokasi sejak pagi untuk mengikuti pasar murah tersebut. Khofifah hadir didampingi Wali Kota Probolinggo, Aminudin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, serta jajaran Pemerintah Kota Probolinggo.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Komoditas yang tersedia antara lain cabai, bawang merah, bawang putih, telur, minyak goreng, gula pasir, hingga beras SPHP.
“Pasar murah ini digelar dalam rangka pengendalian inflasi dengan ketahanan pangan Provinsi Jawa Timur. Saya berharap ini bisa membantu masyarakat untuk memperoleh kebutuhan dapur dengan harga yang terjangkau,” ucap Khofifah, Selasa, 9 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai kota dengan pengendalian inflasi terbaik ketiga tingkat nasional.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada bapak Wali Kota Probolinggo yang telah berhasil membawa nama Jawa Timur khususnya Kota Probolinggo sebagai juara ketiga nasional sebagai wilayah dengan pengendalian inflasi terbaik, ini bukan capaian yang mudah, semua berkat kerja keras dan upaya seluruh stakeholder, terimakasih…,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, dr Aminudin, mengatakan prestasi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia menjelaskan inflasi Kota Probolinggo sempat berada pada posisi tinggi di Jawa Timur pada akhir 2025. Kondisi itu mendorong pemerintah daerah mengambil sejumlah langkah strategis, salah satunya melalui operasi pasar yang digelar beberapa kali dalam sepekan.
“Bahkan terakhir sebelum penilaian itu pantauan inflasi kita di 0,3. Nah, ini salah satunya yang terbaik, bahkan di Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Aminudin, operasi pasar dan pasar murah terbukti membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.
Usai kegiatan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan S. Hut, menjelaskan setiap lokasi pasar murah mendapat pasokan 10 ton beras SPHP, 400 paket Minyakita, dan 300 kilogram telur dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Ini arahan dari Bu Gubernur untuk dilaksanakan Pasar Murah ke-76 di sini. Dan, ini sebenarnya juga mendadak. Kami langsung koordinasi dengan Kepala Dinas DKUMP Kota Probolinggo,” jelasnya.
Pasar murah yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat. Adapun harga sejumlah komoditas yang dijual antara lain gula pasir Rp14 ribu per kilogram, Minyakita Rp13 ribu per liter, beras SPHP Rp55 ribu per 5 kilogram, telur Rp22 ribu per kilogram, bawang putih kemasan 250 gram Rp6 ribu per paket, bawang merah Rp7 ribu per paket, dan ayam broiler Rp30 ribu per paket.
Program pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah dinamika harga pangan.










