TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak umat Islam meneladani semangat keilmuan Sayyidah Aisyah RA saat berkesempatan beribadah di Raudhah Asy-Syarifah, Masjid Nabawi, Madinah.
Khofifah bersyukur mendapat kesempatan berada di Raudhah, salah satu tempat yang menjadi tujuan utama jemaah haji, umrah, maupun jemaah Masjid Nabawi.
Salah satu bagian bersejarah yang menarik perhatiannya adalah Tiang Aisyah atau Ustuwanah Aisyah. Bagi Khofifah, keberadaan tiang tersebut mengingatkan pada sosok Sayyidah Aisyah RA yang tidak hanya dikenal sebagai istri Rasulullah SAW, tetapi juga memiliki peran penting dalam meriwayatkan hadis dan menyampaikan pengetahuan tentang ajaran Islam kepada umat.
“Di tempat mulia ini kita diingatkan kembali bagaimana Rasulullah begitu memuliakan dan mencintai Sayyidah Aisyah RA. Beliau adalah sosok perempuan yang luar biasa penguasaan keilmuannya, yang kemudian menjadi salah satu sumber ilmu bagi umat Islam,” ujar Khofifah.
Khofifah juga menyampaikan sebuah ungkapan yang dinisbahkan kepada Rasulullah SAW tentang pentingnya mengambil ilmu dari Sayyidah Aisyah RA.
“Rasulullah pernah menyampaikan kepada para sahabat, khudz min nisfi dinikum min hadzihil humairo, yang artinya ambillah separuh dari agamamu dari Humaira, yaitu Sayyidah Aisyah RA,” katanya.
Khofifah turut mengenang pengalamannya dua tahun lalu saat berada di Raudhah. Ketika itu, seorang syarifah menunjukkan Tiang Aisyah kepadanya, memberikan tempat untuk salat, serta mengajaknya mendoakan orang tua agar masuk surga tanpa hisab.
Tiang Aisyah merupakan salah satu pilar bersejarah di kawasan Raudhah. Berdasarkan keterangan Saudipedia, tiang tersebut juga dikenal sebagai Tiang Al-Qur’ah. Penamaannya berkaitan dengan riwayat yang disampaikan Sayyidah Aisyah RA mengenai salah satu tempat salat yang memiliki keutamaan di Masjid Nabawi.
Menurut Khofifah, kisah tersebut menjadi pengingat tentang besarnya peran Sayyidah Aisyah RA dalam menjaga dan menyampaikan ilmu. Peran Sayyidah Aisyah sebagai salah satu perempuan perawi hadis juga tercatat dalam berbagai publikasi Kementerian Agama RI.
“Di sini kita juga belajar kembali meneladani Sayyidah Aisyah RA sebagai uswatun hasanah. Sungguh begitu tingginya Rasulullah memuliakan Sayyidah Aisyah RA,” ungkapnya.
Khofifah mengatakan kehidupan Rasulullah SAW bersama Sayyidah Aisyah RA juga memberikan pelajaran mengenai pentingnya kasih sayang, penghormatan, dan kelembutan dalam keluarga.
Ia berharap kesempatan berada di Raudhah dapat menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah sekaligus membawa nilai-nilai keteladanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Saat mendapatkan kesempatan masuk dan berada di tempat yang mulia ini, sebaiknya kita isi dengan ibadah salat sunah, berzikir, berdoa, dan jika dimungkinkan membaca Al-Qur’an. Mengingat kesempatan bagi jemaah di Raudhah tidak bisa lama,” pesannya.
“Semoga kita bisa mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW dalam memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang, penghormatan, dan kelembutan,” pungkasnya.










