TVRINews, Malang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu mengantisipasi dampak fenomena El Niño yang berkepanjangan.
Salah satu perhatian utama ialah potensi kelangkaan air bersih yang dilaporkan terjadi di sekitar 25 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Jawa Timur.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak dan Bupati Malang M. Sanusi.
Khofifah menilai kader PKK memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat hingga tingkat bawah. Peran tersebut, menurut dia, perlu terus diperkuat untuk mendorong gerakan produktif, terutama dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
“Mereka yang ada di PKK ini luar biasa. Tapi saya meminta kembali panjenengan menguatkan ketahanan pangan. Yang sudah panjenengan lakukan, mohon tetap dikuatkan dan diluaskan karena ketahanan pangan bagi dunia hari ini adalah PR besar,” kata Khofifah.
Ia menjelaskan, dampak El Niño berkepanjangan perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi masa tanam, masa panen, dan ketersediaan air bersih. Karena itu, kader PKK diminta membantu mengidentifikasi sumber air yang berpotensi dimanfaatkan masyarakat.
“Jadi, kalau kita ingin melakukan PHBS atau Pola Hidup Bersih dan Sehat, hari ini tambah satu PR lagi yaitu air bersih. Oleh karena itu, bagi Ibu-Ibu Penggerak PKK di lini paling bawah, jikalau panjenengan mengetahui ada sumber-sumber air yang memungkinkan bisa ditarik melalui pipanisasi, mohon dikoordinasikan dengan Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten/Kota,” ujarnya.
Menurut Khofifah, koordinasi tersebut selanjutnya dapat diteruskan kepada Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. Selain melalui pipanisasi, pemerintah provinsi juga telah melakukan upaya pemenuhan kebutuhan air melalui distribusi air bersih dan pembangunan sumur bor.
Khofifah turut menekankan pentingnya penghijauan dan perlindungan vegetasi sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ia mengajak kader PKK memperbanyak kegiatan menanam, termasuk tanaman yang dapat menunjang ketahanan pangan keluarga.
“Setelah menanam, siram, pelihara, jangan ditanam lalu ditinggal. Ini pesan untuk kita semua. Ini rumus: kalau kita menjaga lingkungan, maka lingkungan akan menjaga kita,” tuturnya.
Selain ketahanan pangan dan lingkungan, Khofifah meminta kader PKK terus terlibat dalam pencegahan stunting. Ia menyebut angka stunting di Jawa Timur berada di 14,7 persen dan menekankan pentingnya pendampingan sejak usia remaja, kehamilan, hingga masa pengasuhan bayi dan balita.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan terhadap anak dalam menggunakan teknologi informasi.
Menurut Khofifah, anak-anak perlu dibekali kemampuan menggunakan perangkat digital secara bijak agar tidak sepenuhnya terpapar konten yang belum sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah menyerahkan penghargaan Adhi Bhakti kepada kader atas dedikasi dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK, serta penghargaan Lomba Desa dan Kelurahan 2026.
Untuk kategori desa, juara pertama diraih Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Posisi berikutnya ditempati Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, dan Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Sementara itu, kategori kelurahan dimenangkan Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Juara kedua diraih Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, disusul Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengatakan, HKG PKK menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menyelaraskan langkah dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.
“Hari Kesatuan Gerak PKK mengingatkan kita bahwa kekuatan PKK bukanlah terletak pada banyaknya kegiatan, tetapi pada kebersamaan kita, satu hati, satu tujuan, dan juga satu langkah yang searah,” kata Arumi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 38 Ketua TP PKK kabupaten/kota, 76 pengurus TP PKK, serta 114 kader dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Arumi berharap, peringatan HKG PKK ke-54 dapat mendorong semangat baru bagi para kader untuk terus menjalankan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.










