TVRiNews, Mojokerto
Suasana khidmat dan haru menyelimuti Lapangan Tribrata Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur, Kamis pagi, 4 Juni 2026. Di tanah Bumi Kandung Majapahit, sebanyak 971 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri kualifikasi kemampuan Brimob Tahun Anggaran 2026 resmi dilantik menjadi Brigadir Polisi Dua (Bripda).
Setelah menjalani pendidikan selama lima bulan, para siswa tersebut menutup masa pendidikan dengan upacara pelantikan yang dipimpin Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto. Hadir pula Wakapolda Jatim Brigjen Pol Dr. Pasma Poyce, serta jajaran Pejabat Utama Polda Jawa Timur.
Momen tersebut menjadi penanda lahirnya generasi baru garda depan keamanan negara, sekaligus hasil dari pembentukan fisik, mental, dan kedisiplinan selama pendidikan intensif di SPN Polda Jatim.
Di antara ratusan bintara yang dilantik, Bripda I Kadek Juniarta Utama menjadi sorotan. Pemuda kelahiran Denpasar, 12 Juni 2006, itu berhasil meraih predikat lulusan terbaik Cendekia dengan nilai akhir akademik tertinggi, yakni 82,878. Ia merupakan putra dari Wayan Suyasa, seorang buruh harian.
Bripda I Kadek Juniarta Utama menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya.
"Puji Syukur, cita - cita saya tercapai berkat dukungan orang tua dan seluruh pendidik di SPN Polda Jatim," ungkap Bripda I Kadek Juniarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Sementara itu, Wayan Suyasa mengaku hanya berbekal doa dalam mendukung perjalanan pendidikan anaknya.
"Kami tidak ada biaya, hanya tekad yang bulat diiringi doa untuk anak kami bisa mencapai cita - citanya sebagai anggota Polri," ungkap Wayan.
Kepala SPN Polda Jawa Timur Kombes Pol Agung Setyo Nugroho, didampingi Waka SPN AKBP Dody Indra Eka Putra, menyampaikan apresiasi atas capaian seluruh bintara remaja yang telah menyelesaikan pendidikan.
"Kami selaku pendidik dan pengasuh merasa sangat bangga melihat transformasi luar biasa dari 971 bintara remaja ini," ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan Bripda I Kadek Juniarta Utama menjadi bukti kerja keras dapat mengantarkan siapa saja pada prestasi terbaik, tanpa melihat latar belakang keluarga.
"Pesan saya untuk para bintara remaja, jadikan latihan dan ilmu yang diperoleh selama di SPN ini sebagai bekal turun ke masyarakat," pungkasnya.










