TVRINews, Lamongan
Peringatan hari lahir ke-92 GP Ansor di Kabupaten Lamongan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kader organisasi dalam membangun perekonomian berbasis desa.
Kegiatan yang digelar di Desa Sendangbiru, Kecamatan Paciran, Senin, 4 Mei 2026 dihadiri Wakil Bupati Lamongan, Dirham Aksara, serta Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril.
Dalam kesempatan tersebut, Dirham mengajak ribuan kader Ansor untuk berperan aktif dalam penguatan ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menurutnya, kader Ansor memiliki posisi strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah, termasuk penguatan ketahanan pangan.

“Kader Ansor harus mampu mengambil peran sebagai rantai pasok atau supplier dalam program Makan Bergizi Gratis. Ini merupakan langkah konkret dalam mendukung misi Asta Cita, khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan koperasi serta pemanfaatan potensi lokal.
Senada dengan itu, Musaffa Safril menyebut jaringan Ansor yang kuat hingga tingkat akar rumput menjadi modal penting dalam mendukung program pemerintah, terutama di sektor pangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Pemberdayaan UMKM menjadi fokus utama gerakan Ansor saat ini untuk menyukseskan program pemerintah pusat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan tengah mempercepat pembentukan ratusan Koperasi Merah Putih serta penyaluran program Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat struktur ekonomi desa.
Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah dan GP Ansor juga diarahkan pada program lingkungan, seperti pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy) yang mulai dikembangkan di Lamongan.
Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan menjadi tulang punggung ekonomi desa, dengan peran menampung hasil produksi masyarakat, memperkuat distribusi, serta mendukung ketahanan pangan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sistem ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip ekonomi kerakyatan.










