TVRINews, Banyuwangi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik kemasan kaleng PT Sunrise Pasami International sekaligus melepas ekspor produk ikan kaleng milik PT Pasifik Harvest Indonesia (PHI) di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Minggu.
Ekspor kali ini menyasar sejumlah negara di kawasan Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia, di antaranya Tanzania, Uni Emirat Arab (UEA), Albania, Lebanon, dan Kamboja. Pengiriman meliputi enam kontainer penuh (Full Container Load/FCL) ke Tanzania, dua FCL ke Uni Emirat Arab, dan satu FCL ke Albania.
Peresmian pabrik kemasan kaleng menjadi langkah penting dalam memperkuat industri hilir perikanan. Selama ini, industri makanan, termasuk pengolahan ikan, masih bergantung pada kemasan kaleng impor.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Banyuwangi, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Di sela kunjungan, Khofifah menilai semakin luasnya pasar ekspor menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri pengolahan hasil perikanan di Jawa Timur. Menurutnya, investasi ini tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi baru, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir di daerah.
"Selama ini saya baru mengetahui bahwa masih banyak produk kemasan kaleng yang harus diimpor. Kini industri substitusi impor itu sudah beroperasi di Banyuwangi. Ini menjadi harapan baru sekaligus kabar baik bagi kita semua," kata Khofifah, Minggu, 5 Juli 2026.
Khofifah menambahkan meningkatnya permintaan pasar global akan mendorong peningkatan produksi sekaligus memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“ Kehadiran pabrik kemasan kaleng tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor, meningkatkan daya saing industri perikanan nasional, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar melalui hilirisasi di daerah, “ tambahnya.
Menurut Khofifah, Jawa Timur merupakan salah satu lumbung perikanan nasional yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui penguatan sektor hilir. Dengan demikian, hasil laut tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui proses pengolahan.
Peresmian PT Sunrise Pasami International dinilai strategis karena mampu mendukung kebutuhan kemasan kaleng dalam negeri sekaligus memperkuat industri perikanan nasional.
“ Investasi tersebut tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah , tetapi juga memperkuat program substitusi impor. Ke depan kebutuhan kemasan kaleng industri nasional diharapkan semakin banyak dipenuhi oleh produk dalam negeri, “ tutup Khofifah.









