TVRINews, Surabaya
Persebaya Surabaya resmi membuka musim Super League 2026–2027 dengan memperkenalkan strategi besar pembangunan fondasi klub dalam acara Launching Synergy Persebaya di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu, 30 Agustus 2026 malam.
CEO Persebaya, Azrul Ananda, memaparkan arah kebijakan manajemen yang menitikberatkan pada pembangunan jangka panjang. Menurutnya, target klub bukan hanya mengejar gelar juara, tetapi juga memperkuat sistem internal agar mampu bersaing secara berkelanjutan.
Azrul menjelaskan sejumlah prioritas yang akan dikembangkan, mulai dari pembinaan pemain muda, peningkatan kualitas tim pelatih, pemanfaatan sports science, hingga pembentukan departemen analis sebagai penunjang performa tim.
“Bicara market value, Persebaya mungkin tak akan menjadi yang tertinggi. Sebab Persebaya selama ini fokus pada pembinaan pemain-pemain muda,” ujar Azrul.
Ia menilai nilai pasar pemain bukan satu-satunya tolok ukur kekuatan klub. Menurutnya, proses pembinaan dari level junior hingga tim senior merupakan investasi yang lebih penting untuk menjaga daya saing Persebaya.
Karena itu, manajemen memilih mengalokasikan investasi pada sektor pendukung seperti infrastruktur sports science, sistem pencarian bakat (scouting), dan pengembangan kapasitas pelatih.
Selain aspek teknis, Persebaya juga menaruh perhatian besar pada hubungan dengan suporter. Azrul menegaskan Bonek merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas klub sehingga budaya dukungan yang positif menjadi fokus pembinaan.
“Bonek adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Persebaya. Karena itu, yang ingin kami bangun bukan sekadar hubungan antara klub dan suporter,” katanya.
Ia mengungkapkan, dalam sembilan tahun terakhir berbagai insiden yang melibatkan suporter telah menimbulkan kerugian finansial sekitar Rp20 miliar. Nilai tersebut berasal dari denda, hilangnya pendapatan akibat pertandingan tanpa penonton, hingga biaya perbaikan fasilitas.
Sebagai contoh, Azrul menyebut pelanggaran penggunaan flare yang dapat dikenai denda mulai sekitar Rp50 juta. Menurutnya, dana tersebut akan lebih bermanfaat apabila dialihkan untuk kegiatan sosial bagi masyarakat.
Persebaya juga memperkenalkan pendekatan baru dalam menjalin kerja sama dengan sponsor. Manajemen ingin para mitra menjadi bagian dari ekosistem klub, bukan sekadar menampilkan logo pada jersey maupun konten digital.
“Bagi kami, partner bukan sekadar logo yang ditempel di jersey atau muncul di konten digital. Kami ingin partner benar-benar menjadi bagian dari ekosistem Persebaya,” tutur Azrul.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivasi yang melibatkan Bonek dan masyarakat Surabaya agar memberikan manfaat langsung bagi mitra sekaligus memperkuat identitas klub.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut positif inisiatif tersebut. Ia berharap sinergi antara pemerintah kota, masyarakat, Bonek, dan Bonita dapat terus mengantarkan Persebaya meraih prestasi.
“Semoga langkah baik yang kita lakukan ini bisa mewujudkan apa yang kita harapkan bersama, yakni Persebaya juara,” ujar Eri.
Menutup pemaparannya, Azrul menegaskan keyakinan manajemen bahwa kolaborasi lintas elemen akan menjadi kekuatan utama Persebaya dalam menyongsong satu abad kejayaan klub.
“Sinergi inilah yang kami percaya akan membawa Persebaya menuju 100th Glory,” pungkasnya.










