TVRINews, Probolinggo
Di ujung timur Indonesia, gempa mungkin sudah berlalu. Derita masyarakat Nusa Tenggara Timur, masih terasa hingga hari ini. Rumah retak, ladang rusak, sekolah roboh. Banyak keluarga masih tinggal di tenda pengungsian, dengan atap terpal sebagai pelindung dari panas dan hujan. Anak-anak kehilangan tempat belajar yang layak.
Para petani kehilangan sumber penghidupan dan rasa takut akan gempa susulan, masih menghantui setiap malam. Bantuan datang, namun belum cukup untuk membangun kembali kehidupan.
Mereka butuh rumah. Butuh air bersih. Butuh kepastian masa depan. Gempa boleh meruntuhkan bangunan. Tapi semangat masyarakat NTT untuk bangkit, tidak akan pernah runtuh. Mereka hanya butuh kita, untuk tidak melupakan.
Begitu juga dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) setempat yang peduli akan kesdihan dan ratap tangis saudara-saudara di NTT.
Bantuan yang diserahkan berupa kebutuhan sehari-hari berasal dari sejumlah Orgaisasi Perangkat daerah (OPD) di Lingkup pemkab Probolinggo.
Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Anang Budi Yoelianto, mengatakan penyaluran bantuan untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur merupakan donasi dari semua pihak yang peduli akan duka saudara di NTT.
“Semoga bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak gempa di NTT, penyaluran bantuan ini sudah kali kedua. Seluruh bantuan diserahkan ke BPBD Provinsi jawa Timur untuk selanjutnya diteruskan ke lokasi terdampak bencana gempa bumi," jelas Anang, dikutip Rabu, 26 Agustus 2026.
Bantuan kemanusiaan yang dikirimkan meliputi mie instan, susu, malkist, snack, pampers balita, roti, masker, minyak goreng 1 lt, minyak goreng 2 lt, obat-obatan, sabun mandi batang, gula, beras, air mineral, biscuit, perlengkapan mandi serta paket sembako (minyak, gula dan beras 3 kg)
Menurutnya, kepedulian tersebut semakin bermakna karena dilakukan dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Berbagai pihak di lingkungan Pemkab Probolinggo tergerak untuk berbagi dengan masyarakat NTT yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.










