TVRINews, Jombang
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, tidak hanya menjadi forum organisasi. Rangkaian kegiatan juga diisi aktivitas ekonomi melalui UMKM Expo dan bazar yang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat serta jejaring komunitas.
Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) turut berpartisipasi melalui Bazar BUMA 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, dan membuka peluang pasar.
Muktamar ke-35 NU berlangsung pada 27-31 Agustus 2026. Kehadiran kegiatan ekonomi dalam rangkaian muktamar menunjukkan keterlibatan kader dalam mendorong aktivitas usaha di lingkungan komunitas.
Bazar BUMA 2026 mengusung tema “Menggerakkan Ekonomi Kader, Menghubungkan Peluang Bisnis.” Selain menghadirkan pelaku usaha, kegiatan ini juga memperkenalkan sejumlah pemanfaatan teknologi yang dapat mendukung perkembangan UMKM.
Salah satu yang diperkenalkan dalam bazar tersebut adalah ZARFIX Marketplace, platform yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan blockchain. Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha dalam pengelolaan bisnis, analisis data, serta pengembangan pasar.
Founder & Visionary Chairman ZARFIX Muhammad Ayyash Nahdi mengatakan kolaborasi BUMA dan ZARFIX membawa visi yang lebih besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan teknologi karya anak bangsa.
“Indonesia memiliki kekuatan besar pada UMKM dan komunitas. Ketika kekuatan tersebut dipertemukan dengan teknologi karya anak bangsa, kita tidak hanya berbicara tentang digitalisasi, tetapi juga tentang membangun kemandirian ekonomi dan teknologi Indonesia. ZARFIX hadir agar pelaku usaha Indonesia dapat tumbuh, naik kelas, dan menjadi pemain utama di negeri sendiri,” ujar Ayyash, dalam keterangan yang diterima, Jumat, 4 September 2026.
Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu materi yang dikenalkan dalam Bazar BUMA. ZARFIX memanfaatkan AI untuk mendukung otomatisasi konten, analisis data, dan rekomendasi bisnis. Teknologi blockchain digunakan dalam integrasi proses bisnis dan transaksi.
Direktur ZARFIX Arief Budiman mengatakan pemanfaatan teknologi perlu memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.
“Kami tidak ingin UMKM hanya sekadar masuk ke digital. Teknologi harus membuat mereka lebih produktif, lebih efisien, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. ZARFIX Marketplace kami bangun untuk membantu pelaku usaha naik kelas dan semakin kompetitif,” ujar Arief.
Menurut Arief, transformasi digital UMKM tidak cukup berhenti pada kehadiran di marketplace. Pelaku usaha juga membutuhkan teknologi yang membantu mereka mengelola operasional, memahami pasar, meningkatkan produktivitas, serta mengambil keputusan bisnis secara lebih efektif.
Melalui Bazar BUMA, aktivitas ekonomi menjadi bagian dari rangkaian Muktamar ke-35 NU. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi kader dan pelaku UMKM untuk bertemu, memperluas jejaring, serta mengenalkan usaha kepada masyarakat yang hadir dalam muktamar.










