TVRINews, Surabaya
PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali melalui Unit Pelaksana Transmisi Surabaya terus memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Srikandi Movement bertajuk “Women Support Women” di Kampung Ceria Batik Tin Gundih, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Kamis (11/9/2026).
Program ini difokuskan pada pembinaan kader serta pengembangan sarana dan prasarana wisata edukasi batik bagi kelompok UMKM Batik Tin Gundih.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PLN mendorong kemandirian perempuan sekaligus memperkuat potensi ekonomi kreatif dan melestarikan budaya lokal.
Melalui program ini, Batik Tin Gundih mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, menyediakan peralatan dan bahan baku batik, membenahi fasilitas galeri, serta meningkatkan fasilitas pendukung wisata edukasi.
Ketua Kelompok Batik Tin Gundih mengapresiasi dukungan PLN yang dinilai tidak hanya memberikan bantuan fasilitas, tetapi juga membuka peluang bagi perempuan di wilayah Gundih untuk terus berkembang.
“Batik Tin Gundih dibangun dari mimpi sederhana para perempuan yang ingin membantu ekonomi keluarga sekaligus melestarikan budaya. Dukungan PLN melalui Women Support Women menjadi bentuk kepercayaan agar kami bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.
Batik Tin Gundih merupakan kelompok UMKM yang bergerak dalam produksi batik sekaligus wisata edukasi. Kelompok ini berdiri sejak Desember 2021 dan mulai beroperasi pada Juni 2022.
Saat ini, kegiatan produksi dijalankan oleh 10 orang pembatik. Selain memproduksi batik, kelompok tersebut juga menerima kunjungan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat untuk mengenal proses pembuatan batik secara langsung.
Pengembangan sarana wisata edukasi diharapkan dapat menciptakan ruang workshop yang lebih nyaman serta meningkatkan pengalaman pengunjung saat mengikuti kegiatan membatik.
Selain penguatan produksi, kelompok Batik Tin Gundih juga didorong memperluas pemasaran melalui kanal digital. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkenalkan produk batik lokal kepada pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan para anggota.
Champion Srikandi PLN UIT JBM, Titi Murdiyati, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui Srikandi Movement Women Support Women, PLN ingin mendorong perempuan agar semakin berdaya, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Batik Tin Gundih memiliki potensi besar sebagai produk ekonomi kreatif sekaligus ruang edukasi dan pelestarian budaya,” kata Titi.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi diarahkan agar kelompok penerima manfaat mampu mengembangkan kegiatan secara mandiri dan berkelanjutan.
“PLN berharap program ini dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda, yang mendapatkan manfaat. Kami juga berharap Batik Tin Gundih dapat tumbuh menjadi salah satu pusat edukasi batik yang membanggakan bagi Kota Surabaya,” tambahnya.
Program ini turut memperkuat sinergi PLN dengan masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan. PLN juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keandalan dan keamanan infrastruktur kelistrikan.
Melalui Srikandi Movement “Women Support Women”, PLN berharap pemberdayaan perempuan dapat terus berkembang, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk melestarikan budaya dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif.
Batik Tin Gundih diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi batik, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata edukasi yang mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.










