TVRINews, Lumajang
Kawasan hutan pinus di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terbakar. Meski sebagian besar yang terbakar adalah serasah, ranting, dan semak belukar, puluhan petugas diterjunkan agar kobaran api tidak menjalar ke areal hutan lainnya.
Asap putih pekat keluar dari kawasan hutan pinus yang berada di sisi selatan Gunung Semeru. Kondisi ini menandai terjadinya kebakaran yang melanda petak empat, Blok Rowo Baung, Kecamatan Pronojiwo.
Pihak Perhutani KPH Lumajang menyebutkan sedikitnya lima hektare kawasan hutan pinus terbakar dalam beberapa hari terakhir.
Setelah beberapa jam dilakukan pemadaman, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas gabungan masih melakukan pembasahan di sejumlah titik untuk mencegah bara api kembali menyala.
“Meskipun kebakaran terjadi melanda hutan pinus, tapi kayu-kayu atau pohon pinus aman dari kebakaran. Api hanya menghabiskan lahan seperti serasah dan rumput. Untuk mencegah kobaran api yang meluas, kita standby petugas di lokasi meskipun pemadaman dilakukan secara sederhana,” ujar Soegiarto Aries Soebagyo, Wakil Administratur Perhutani Lumajang, Senin, 7 September 2026.
Petugas masih disiagakan di lokasi untuk memantau kemungkinan munculnya titik api susulan. Mereka juga memastikan kondisi hutan tetap aman dan api tidak kembali berkobar.
Kebakaran hutan di kawasan Gunung Semeru terjadi sejak 26 Agustus 2026 lalu. Titik api pertama kali ditemukan di Ranu Kembar yang berada di Ranu Kumbolo. Sejak saat itu, jalur pendakian Gunung Semeru ditutup total.
Berbagai upaya pemadaman telah dilakukan, mulai dari jalur darat hingga udara. Hingga saat ini, tercatat ada sekitar 600 hektare luas hutan dan lahan di kawasan Semeru yang ludes terbakar.










