TVRINews, Lamongan
Dewan Pimpinan Daerah Masyarakat Adat Nusantara (DPD Matra) Kabupaten Lamongan periode 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo Lokatantra Lamongan, Sabtu (1/8/2026). Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal di Kabupaten Lamongan.
Ketua DPD Matra Kabupaten Lamongan, Heruwidi atau Kanjeng Raden Tumenggung Haryo Sumbodo Kusumo Citraningrat, mengatakan agenda pertama setelah pelantikan adalah melakukan konsolidasi internal dengan seluruh pengurus dan anggota guna menyusun program kerja organisasi.
Menurutnya, keberadaan Matra tidak hanya berfokus pada pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter masyarakat melalui nilai-nilai luhur budaya.
“Berkepribadian dalam kehidupan atau berkepribadian dalam berbudaya merupakan filosofi bahwa dalam berbudaya kita tidak boleh sembarangan, tetapi harus mengedepankan pribadi yang luhur,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, DPD Matra Lamongan juga memberikan piagam penghargaan kepada 41 juru kunci makam yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga makam para leluhur dan melestarikan warisan budaya.
“Mereka telah melakukan pengabdian dengan tulus dan ikhlas, tanpa harus menunjukkan atau mengumumkan apa yang telah mereka lakukan. Pengabdian itu dijalankan dengan penuh ketenteraman dan kedamaian,” ujarnya.
Heruwidi berharap kepengurusan DPD Matra Lamongan periode 2026–2031 mampu memperkuat eksistensi organisasi sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya dan tradisi lokal.
“Harapannya ke depan Matra semakin eksis, semakin maju, semakin dikenal, dan semakin diminati masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan keberadaan Masyarakat Adat Nusantara (Matra) diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga serta merawat budaya dan peradaban yang menjadi identitas Kabupaten Lamongan.
Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga akar budaya dan warisan leluhur.
“Pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemajuan pembangunan fisiknya, tetapi juga dari bagaimana daerah tersebut mampu merawat akar budayanya, peradabannya, peninggalan leluhur, serta berbagai nilai yang menjadikan peradaban itu terus berkembang menjadi lebih baik,” ujarnya.
Yuhronur menambahkan, kemajuan teknologi informasi dan media sosial merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Namun, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan upaya menjaga budaya lokal agar tidak kehilangan jati diri.
“Kita boleh terus mengikuti kemajuan teknologi informasi dan beradaptasi dengan media sosial. Namun demikian, kita harus terus menjaga agar budaya kita tidak hilang dan tidak tercabut dari akarnya,” katanya.
Menurutnya, Matra memiliki peran penting dalam menyosialisasikan, merawat, dan melestarikan nilai-nilai budaya serta peradaban yang diwariskan para leluhur. Peran tersebut dinilai strategis untuk membentuk karakter masyarakat Lamongan yang tetap berpegang pada identitas budaya, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pelantikan DPD Matra Lamongan periode 2026–2031 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara masyarakat adat dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan budaya, tradisi, serta nilai-nilai luhur yang menjadi identitas Kabupaten Lamongan.









