TVRINews, Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan ketahanan keluarga (family resilience) merupakan fondasi utama dalam membangun generasi bangsa yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri gala premiere film Jangan Buang Ibu di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Khofifah, keluarga yang mampu bertahan, beradaptasi, dan saling menguatkan di tengah berbagai tantangan akan melahirkan sumber daya manusia yang tangguh sekaligus menjadi penopang peradaban bangsa yang kuat.
Gubernur Khofifah menilai film karya sutradara Hadrah Daeng Ratu itu tidak hanya menghadirkan kisah yang menyentuh, tetapi juga menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya menjaga keutuhan keluarga, menghormati orang tua, dan menghadirkan kasih sayang sebagai fondasi kehidupan.
"Ketahanan keluarga sangat penting untuk membangun peradaban bangsa dan peradaban dunia dan melalui film ini bukan sekadar tontonan melainkan tuntunan bagi setiap keluarga yang ada di Indonesia," ujarnya.
Khofifah menjelaskan, family resilience merupakan kemampuan keluarga untuk beradaptasi, bertahan, dan bangkit bersama saat menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Keluarga yang memiliki ketahanan tidak mudah terpuruk saat menghadapi krisis, melainkan mampu menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran untuk tumbuh semakin kuat,” jelasnya.
Ia menilai nilai-nilai tersebut semakin relevan di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga perlu terus menjadi perhatian bersama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebagai contoh besarnya peran keluarga, Khofifah mengangkat kisah pesepak bola dunia Cristiano Ronaldo yang berulang kali menempatkan ibunya sebagai sosok paling berjasa dalam perjalanan hidupnya.
Menurutnya, keberhasilan Ronaldo tidak terlepas dari perjuangan sang ibu yang rela berkorban demi mendukung cita-cita anaknya. Pengorbanan itu, mulai dari bekerja keras hingga menghadapi berbagai kesulitan, mengantarkan putranya menjadi salah satu bintang sepak bola dunia.
"Menjadi salah satu referensi bagi keluarga-keluarga di Indonesia. Kita juga memiliki banyak referensi tentang ketawadhu'an anak kepada ibu," ungkapnya.
Khofifah juga menegaskan ketahanan keluarga tidak hanya dibangun melalui kasih seorang ibu, tetapi membutuhkan kehadiran dan peran aktif ayah dalam proses tumbuh kembang anak. Hal itu sejalan dengan tema Hari Keluarga Nasional (Harganas) Jawa Timur 2026, yakni "Ayah Hadir Keluarga Harmonis untuk Mewujudkan Ketahanan Keluarga".
"Penting menghadirkan kasih dari seorang ayah karena sayangnya kita kepada ibu juga harus diberseiringi oleh hadirnya kasih seorang ayah," ungkapnya.
Ia berharap pesan yang disampaikan melalui film tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperkuat hubungan antaranggota keluarga sebagai fondasi terciptanya masyarakat yang harmonis dan bangsa yang tangguh.
Sementara itu, Produser Leo Pictures Agung Saputra mengatakan film Jangan Buang Ibu mengangkat kisah perjuangan seorang ibu yang mendedikasikan seluruh hidupnya bagi kebahagiaan anak-anaknya, namun harus menghadapi kesepian di usia senja.
Menurut Agung, cerita tersebut merefleksikan realitas yang masih banyak ditemui di masyarakat sekaligus menjadi pengingat agar setiap anak senantiasa menghargai dan memuliakan orang tua selama mereka masih ada.
"Film ini mengingatkan kita agar tidak terlambat menghargai orang yang paling kita cintai. Seorang ibu selalu menempatkan kebahagiaan anak-anaknya di atas kebahagiaannya sendiri," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah bersama Produser Leo Pictures Agung Saputra dan salah satu pemeran film Jangan Buang Ibu, Nirina Zubir, menyerahkan penghargaan kepada 13 perempuan inspiratif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka di berbagai bidang kehidupan.
Film Jangan Buang Ibu dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 25 Juni 2026.










