TVRINews, Probolinggo
Ribuan warga Suku Tengger, Jawa Timur berjalan mendaki menuju bibir kawah Gunung Bromo sambil memikul ongkek, yakni persembahan berupa hasil bumi, sayuran, buah-buahan, hingga hewan ternak. Sebelumnya, mereka melakukan ritual doa bersama di Pura Luhur Poten yang terletak di lautan pasir. Mereka merayakan Yadnya Kada 1948 Saka.
Sebelum prosesi lelabuh dimulai, warga terlebih dahulu melaksanakan ritual doa bersama di Pura Luhur Poten yang berada di tengah lautan pasir Gunung Bromo.
Prosesi lelabuh merupakan bagian penting dari rangkaian Yadnya Kasada. Sejak dini hari warga sudah bergerak dari Pura Luhur Poten yang berada di tengah lautan pasir Gunung Bromo. Selain sayur-mayur, warga Suku Tengger juga mempersembahkan hewan ternak seperti kambing dan ayam.
Seluruh hasil bumi ini kemudian dilemparkan ke kawah Gunung Bromo. Tradisi ini menurut masyarakat Suku Tengger adalah prosesi ungkapan rasa syukur atas segala karunia Tuhan, Sang Hyang Widi Wasa. Upacara adat tradisional ini sekaligu menjadi wujud bakti kepada perintah leluhur dari cucu Roro Anteng dan Joko Seger.
Menariknya bukan hanya orang tua yang melakukan lelabuh ini, anak-anak Suku tengger juga melakukan hal yang sana, berada di tepi kawah tentu dengan dibantu kedua orang tuanya. Karena dengan membawa anak-anak para orang tua bangga sebagai bagian mengajak mereka melestarikan adat, budaya dan tradisi leluhur.
“Dengan melaksanakan tradisi kita berharap, nilai-nilai harmoni dapat terus terjaga sehingga tercipta kehidupan yang damai, sejahtera, dan selaras termasuk untuk anak-anak kita sebagai penerus tradisi luhur ini,“ ujar Warga Suku Tengger kepada tvrinews.com, Eko Edi Cahyono, dikutip Senin, 1 Juni 2026.
Perlu diketahui Yadnya Kasada digelar setiap Purnama pada Bulan ke 12 kalender Tengger. Yadnya Kasada bermula dari legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang merupakan sesepuh Suku tengger. Pasangan ini memerintahkan kepada keturunan mereka agar menggelar lelabuh sebagai penghormatan kepada Raden Kusuma, putra bungsu Roro Anteng dan Joko Seger.
Sampai saat ini, warga Suku tengger sudah tersebar di empat kabupaten di sekitar Kawasan Gunung Bromo. Mulai dari Probolinggo, Lumajang, Malang hingga Pasuruan.
Melalui khidmatnya perayaan Yadnya Kasada 2026, masyarakat Tengger memanjatkan doa agar diberi berkah hasil panen yang melimpah, kedamaian, serta keselamatan. Mereka berharap identitas budaya ini tetap kokoh berdiri dan alam Bromo tetap lestari bagi generasi masa depan.










