TVRINews, Probolinggo
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau warga yang berada di sekitar Gunung Semeru agar siaga terhadap kemungkinan datangnya banjir lahar dingin. Kesiapsiagaan tersebut diperlukan mengingat Gunung Semeru diselimuti awan mendung tebal pasca-letusan atau erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.
Kondisi cuaca tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya hujan lebat yang dapat memicu banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin sangat membahayakan, khususnya bagi para penambang pasir di sepanjang Sungai Besuk Kobokan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan, banjir lahar dingin akan membawa material vulkanik yang sebelumnya dimuntahkan Gunung Semeru. Material vulkanik yang bercampur dengan air hujan ini akan menghantam sepanjang daerah aliran sungai (DAS) dan membahayakan keselamatan warga sekitar.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Warga diminta menghindari kawasan yang berpotensi terdampak material erupsi, terutama jalur aliran lahar dingin dan area yang berisiko terkena lontaran material vulkanik.
"Belum mengganggu warga secara signifikan. Tetapi masyarakat tetap harus menghindari area-area yang berbahaya, terutama yang bisa dilalui lahar dingin maupun terkena lontaran hasil erupsi," ungkapnya, Rabu, 9 September 2026.
Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III. Dalam status ini, dihimbau kepada masyarakat agar menjaga jarak aman hingga radius 13 kilometer untuk menghindari dampak erupsi maupun perluasan banjir lahar dingin.
Masyarakat juga diminta menjaga jarak aman dari bantaran sungai sejauh 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan.










