TVRINews, Malang
Festival Mbois 11 – Malang Menyala digelar selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Agustus 2026. Ratusan performer, yang mayoritas berasal dari Malang, meramaikan rangkaian kegiatan. Selain panggung musik, kolaborasi sektor ekonomi kreatif turut menjadi bagian dari festival.
Berbagai ekosistem kreatif dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan yang diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. Festival Mbois 11 tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik. Event tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11 ini juga menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka.
Kegiatan ini juga menghadirkan dialog interaktif dengan berbagai narasumber berkompeten yang memberikan wawasan mengenai pemberdayaan UMKM dan bagaimana kreativitas dapat membuka peluang usaha dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menata produk kerajinan dalam Pameran Karya Kreatif yang merupakan rangkaian Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur.
Jejaring kolaborasi lintas sektor Malang Creative Fusion (MCF) bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Pemerintah Kota Malang menggelar Festival Mbois 11 bertema “Malang Menyala”. Festival ini memadukan seni pertunjukan, pameran kriya, dan produk dari sekitar 300 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai subsektor, serta melibatkan ratusan pelaku seni guna memperkuat ekosistem kreatif dan meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, berpesan kepada generasi muda peserta Festival Mbois yang notabene berasal dari sejumlah kampus dan universitas di Jawa Timur untuk terus menunjukkan kreativitas dalam menciptakan karya guna menumbuhkan ekonomi sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Saat ini kreativitas tak terbatas. Para pelaku seni dan UMKM pun sudah banyak yang berasal dari kaum muda. Melalui Festival Mbois Malang Menyala ini, diharapkan ke depan hadir karya-karya terbaik dari ide-ide kreatif anak bangsa,” ujar Teuku, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang juga Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Malang dan sekitarnya, para pelaku seni, serta UMKM yang telah meramaikan kegiatan ini.
“Terima kasih kepada seluruh rekan media, narasumber, stakeholder, dan partner yang turut menyukseskan kegiatan ini. Mari terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem kreatif yang berdampak bagi Kota Malang,” kata Fiki Satari, yang biasa disapa Kang Fiki.
TVRI Jawa Timur dengan tim produksinya juga menghadirkan wadah diskusi positif bersama sejumlah pelaku seni, UMKM, Menteri Ekonomi Kreatif, serta Direktur Utama LPP TVRI melalui podcast TVRI Jawa Timur yang digelar di booth Stadion Gajayana, Malang. Diskusi tersebut menghadirkan berbagai informasi dan wawasan menarik bagi masyarakat.
Festival Mbois bukan sekadar festival, tetapi juga ruang bertemunya ide, karya, komunitas, budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif dalam satu semangat: “Malang Menyala”. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan 100 tahun Stadion Gajayana Malang yang legendaris dan bersejarah.










