TVRINews, Surabaya
Tujuh talenta pendidikan vokasi Jawa Timur masuk dalam daftar 21 kandidat kompetitor Indonesia yang dipersiapkan berlaga pada WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.
WorldSkills Competition ke-48 dijadwalkan berlangsung pada 22–27 September 2026. Seremoni pembukaan digelar 23 September, sedangkan kompetisi berlangsung 24–26 September.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga atas kontribusi tujuh talenta asal Jawa Timur yang akan memperkuat kontingen Indonesia di ajang keterampilan tingkat dunia tersebut. Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut menunjukkan kualitas pendidikan vokasi Jawa Timur semakin mampu bersaing di tingkat internasional.
“Alhamdulillah, kami tentu bersyukur dan sangat bangga. Kualitas SMK Jawa Timur terus tumbuh dan semakin terbukti melalui berbagai prestasi yang diraih,” ujar Khofifah, Kamis, 10 September 2026.
Khofifah mengatakan, konsistensi Jawa Timur menjadi Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa atau LKS Nasional selama empat kali berturut-turut menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan pendidikan vokasi di daerah. Ia pun meminta para talenta yang akan bertanding di Shanghai tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik.
“Untuk anak-anakku, tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Bawa harum nama Jawa Timur dan Indonesia ke kancah dunia,” tegasnya.
Tujuh talenta Jawa Timur tersebut tersebar pada enam bidang kompetisi. Dua di antaranya berasal dari SMKN 1 Jenangan Ponorogo, yakni Reno Surya Permana dan Rouf Aufa Rifqi yang akan bertanding pada bidang Mechatronics.
Kemudian Edsel Parama Mustapa dari SMKS PGRI 3 Malang pada bidang Software Applications Development, serta Pandu Dewangga Reanata dari SMKN 1 Singosari pada bidang Industrial Control.
Selanjutnya Muhammad Henry Akmal Muzakki dari SMKS Antartika 2 Sidoarjo akan berkompetisi pada bidang Robot Systems Integration. Sementara Dewangga Pratama Putra dari SMKS Krian 2 Sidoarjo turun pada bidang Autobody Repair, dan Tegar Eka Fitrianto dari SMKS Muhammadiyah 1 Kepanjen pada bidang Heavy Vehicle Technology.
Dari 21 kandidat kompetitor Indonesia yang dipersiapkan untuk WSC Shanghai 2026, Jawa Timur menjadi daerah dengan jumlah perwakilan terbanyak. Tujuh kandidat asal Jawa Timur tersebut menyumbang sekitar sepertiga dari total kandidat Indonesia.
Khofifah menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak cukup hanya berorientasi pada kelulusan dan penyerapan tenaga kerja. SMK juga harus mampu melahirkan generasi yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, produktif, kreatif, serta memiliki daya saing global.
“Dari ruang kelas dan bengkel praktik SMK di Jawa Timur, anak-anak kita harus berani bermimpi menuju dunia. Mereka harus yakin bahwa keterampilan yang dipelajari hari ini mampu mengantarkan mereka berdiri sejajar dengan talenta terbaik dari berbagai negara,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, WorldSkills menjadi salah satu ajang penting untuk mengukur sejauh mana kompetensi pendidikan vokasi Indonesia mampu mengikuti kebutuhan industri global. Kompetisi tersebut tidak hanya menguji keterampilan teknis. Para peserta juga dituntut memiliki ketelitian, kecepatan, kemampuan memecahkan masalah, penguasaan teknologi, disiplin, kreativitas, hingga penerapan standar keselamatan dan kualitas kerja internasional.
Karena itu, Khofifah meminta para talenta Jawa Timur tidak hanya mengejar medali. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti kompetisi di Shanghai diharapkan dapat dibawa pulang dan ditularkan kepada peserta didik lainnya.
“Jangan hanya membawa pulang medali. Bawalah pulang standar dunia, pengalaman dunia, budaya kerja dunia, dan jejaring dunia untuk kemudian ditularkan kepada adik-adik di SMK Jawa Timur,” katanya.
Ia menilai keberhasilan seorang talenta di panggung internasional harus memberikan dampak lebih luas bagi pengembangan pendidikan vokasi di Jawa Timur.
“Satu anak Jawa Timur yang belajar di level dunia harus mampu membawa pengetahuan baru bagi banyak anak lainnya. Dengan begitu, WorldSkills bukan hanya tentang tujuh orang yang berangkat, tetapi bagaimana standar dunia dapat masuk ke ruang-ruang praktik SMK kita,” jelas Khofifah.
Khofifah juga menegaskan keberhasilan tujuh talenta tersebut tidak terlepas dari dukungan ekosistem pendidikan vokasi yang melibatkan sekolah, guru, orang tua, pemerintah, serta dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.
Ia menilai peningkatan kompetensi juga tidak berhenti ketika siswa menyelesaikan pendidikan di SMK. Para lulusan harus terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
“Ijazah menandai selesainya satu jenjang pendidikan, tetapi proses belajar tidak pernah selesai. Anak-anak kita harus terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan berani mengambil peluang,” ujarnya.
Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur memberikan dukungan kepada tujuh talenta tersebut serta seluruh delegasi Indonesia yang akan bertanding di Shanghai.
“Bertandinglah dengan percaya diri, jaga sportivitas, jaga nama baik Indonesia, dan tunjukkan bahwa talenta muda kita memiliki kompetensi, karakter, disiplin, serta semangat juang yang luar biasa,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai turut mengapresiasi keberhasilan tujuh talenta SMK Jawa Timur menembus kompetisi keterampilan tingkat dunia. Menurut Aries, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan vokasi di Jawa Timur terus menunjukkan hasil dan mampu menghasilkan talenta yang kompetitif hingga level internasional.
“Kami tentu sangat bangga. Konsistensi Jawa Timur menjadi Juara Umum LKS Nasional empat kali berturut-turut menunjukkan pembinaan yang dilakukan terus berjalan dan kualitas sekolah semakin kuat,” ujar Aries.
Ia berharap pengalaman para talenta Jawa Timur di WorldSkills Shanghai 2026 dapat menjadi pemicu bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi di berbagai SMK di Jawa Timur.
Dengan tujuh wakilnya, Jawa Timur kini tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjuangan Indonesia untuk menunjukkan kualitas talenta vokasi di panggung keterampilan dunia.










