TVRINews, Surabaya
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa logistik, tenaga evakuasi, hingga tim medis diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju wilayah terdampak seperti Ende dan Labuan Bajo.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dukungan tersebut merupakan wujud solidaritas antardaerah sekaligus bentuk komitmen Jawa Timur membantu percepatan penanganan bencana di NTT.
“Kami ingin saudara-saudara kita di NTT merasa tidak sendirian. Banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu mereka,” ujar Khofifah kutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut Khofifah, Pemprov Jatim hadir sebagai supporting team dan supporting system bagi pemerintah daerah di NTT, sehingga proses tanggap darurat dapat berjalan lebih optimal tanpa menambah beban daerah yang sedang dilanda bencana.
Bantuan dari Jawa Timur dikirim secara bertahap sejak pertengahan Agustus. Pada 16 Agustus 2026, BPBD Jawa Timur lebih dulu memberangkatkan tujuh personel tim evakuasi ke lokasi bencana.
Sehari kemudian, logistik tahap pertama seberat 8,4 ton dikirim menuju Ende.
Pada hari yang sama, enam dokter diberangkatkan untuk memperkuat layanan kesehatan dan akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Darurat Kementerian Kesehatan serta rumah sakit rujukan setempat.
Pengiriman berikutnya dilakukan melalui jalur laut dengan membawa tambahan logistik seberat 64,4 ton menuju Labuan Bajo. Secara keseluruhan, Pemprov Jatim menargetkan total bantuan yang disalurkan mencapai 100 ton.
Logistik 64,4 ton tersebut merupakan hasil kolaborasi 64 lembaga dan instansi, mulai dari BUMD, organisasi perangkat daerah (OPD), rumah sakit daerah, hingga dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Bantuan yang dikirim meliputi obat-obatan sesuai kebutuhan tim medis di lapangan, makanan siap saji, bahan pangan, pakaian, perlengkapan perempuan dan anak, serta perlengkapan mandi.
Selain kebutuhan logistik, Pemprov Jatim juga menyiapkan layanan psikososial melalui tim trauma healing dan trauma counseling yang dikoordinasikan Dinas Sosial dan BPBD.
Dapur umum lapangan serta tambahan tenaga kesehatan dari 14 rumah sakit di bawah koordinasi Pemprov Jatim turut disiapkan untuk mendukung penanganan di lokasi bencana.
Khofifah dijadwalkan meninjau langsung wilayah terdampak bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur dan Kepala Pelaksana BPBD Jatim guna memastikan distribusi bantuan serta penanganan korban berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pemprov Jatim berkomitmen mendampingi NTT sampai masa pemulihan,” tegas Khofifah.










