TVRINews, Surabaya
Pemerintah Kota Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya menyepakati Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. Penanganan genangan menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Pahlawan pada tahun mendatang.
Untuk penanganan genangan air, Pemerintah Kota Surabaya memperkirakan sekitar 200 titik akan menjadi sasaran utama intervensi pada 2027. Jumlah tersebut merupakan bagian dari sekitar 450 titik yang masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari sekitar 460 titik yang masih menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya. Ia menyebut jumlah titik genangan di Surabaya terus mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Dari sekitar 700 titik, jumlahnya kini turun menjadi sekitar 400 titik. Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian pada 2027 antara lain Simo Kalangan, Tanjungsari, Margorejo, Jemursari, hingga kawasan Medokan Semampir dan sekitar Jalan Raya Trenggilis Mejoyo," ujar Eri Cahyadi, Rabu, 19 Agustus 2026.
Selain penanganan genangan, pembangunan infrastruktur jalan juga tetap menjadi bagian dari rencana pembangunan 2027. Ia memastikan proyek Jalan Lingkar Luar Barat tetap masuk dalam perencanaan Pemerintah Kota Surabaya.
"Insyaallah, Rp1 triliun lebih. Jadi, ada titik-titiknya nanti kita sepakati. Tidak bisa menyentuh semuanya. Maka, kita pastikan genangan airnya itu di mana, titik yang berkurang mana saja," jelasnya.
Menurut dia, penentuan titik prioritas penting agar hasil penanganan dapat diukur. Pemkot nantinya dapat mengevaluasi apakah intervensi yang dilakukan benar-benar mampu mengurangi atau menghilangkan genangan di lokasi tersebut.










