TVRINews, Sidoarjo
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur II (Kanwil DJP Jatim II) menggelar kegiatan Pajak Bertutur 2026 di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo sebagai upaya menanamkan kesadaran pajak kepada generasi muda sejak dini.
Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Generasi Juara” dengan tagline “Sehari Mengenal, Selamanya Bangga”, kegiatan ini dikemas secara interaktif sehingga para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai peran pajak dalam pembangunan Indonesia.
Kepala Kanwil DJP Jawa Timur II, Arridel Mindra, menjelaskan bahwa pajak merupakan bentuk gotong royong seluruh masyarakat dalam membiayai kebutuhan negara.

“Pajak adalah bentuk gotong royong dalam membiayai pembangunan. Ada kebutuhan masyarakat yang tidak mungkin seluruhnya disediakan oleh sektor swasta sehingga diperlukan kontribusi bersama melalui pajak,” kata Arridel, kutip Sabtu, 5 September 2026.
Ia menjelaskan, penerimaan pajak digunakan untuk membiayai berbagai sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pelayanan publik yang manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Pada kesempatan itu, materi perpajakan disampaikan oleh Penyuluh Pajak Ahli Muda Gisella Ayu Pradipta dengan pendekatan sederhana dan mudah dipahami siswa SMP. Ia mengibaratkan pajak sebagai air yang menjadi sumber kehidupan bagi tubuh, sebagaimana pajak menjadi sumber utama pembiayaan negara.
Gisella juga memperkenalkan istilah free rider, yakni pihak yang menikmati hasil pembangunan namun tidak menjalankan kewajiban membayar pajak meski seharusnya telah memenuhi syarat.
Penjelasan tersebut memicu rasa ingin tahu para siswa. Tian, siswa kelas VIII, mempertanyakan mengapa masih ditemukan jalan rusak apabila pajak digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
Sementara Abi, siswa kelas IX, menanyakan bagaimana APBN dikelola agar pembangunan dapat merata hingga daerah terpencil serta berharap pengelolaan keuangan negara bebas dari korupsi.
Pertanyaan lain datang dari Ben Joshua, siswa kelas VIII, yang ingin mengetahui apakah ada negara yang tidak mengenakan pajak. Menjawab hal itu, Gisella menjelaskan bahwa selain pajak, negara juga memiliki sumber penerimaan lain seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), namun pajak tetap menjadi sumber penerimaan yang dominan.
Kepala SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo, Dewi Masyithoh, mengapresiasi penyelenggaraan Pajak Bertutur 2026 di sekolahnya. Menurutnya, pendidikan pajak sejak dini penting untuk membentuk karakter siswa sebagai warga negara yang peduli terhadap pembangunan.
Program Pajak Bertutur merupakan bagian dari Inklusi Kesadaran Pajak, yaitu program Direktorat Jenderal Pajak yang mengintegrasikan nilai-nilai kesadaran pajak dalam dunia pendidikan secara terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan.
Di akhir kegiatan, Nixon, siswa kelas IX, mengajak teman-temannya untuk menjadi generasi yang sukses dan kelak ikut berkontribusi membangun Indonesia melalui pajak.
Melalui Pajak Bertutur 2026, Kanwil DJP Jawa Timur II berharap pengenalan pajak tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan tumbuh menjadi kesadaran sepanjang hayat bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama.










