TVRINews, Malang
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), wilayah Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, tak hanya berfokus pada pemadaman api. Tim Dokkes Polres Malang turut turun langsung memberikan dukungan kesehatan bagi petugas gabungan yang berjibaku di lapangan.
Tim medis Dokkes Polres Malang memberikan pemeriksaan dan pengobatan kepada sejumlah petugas yang mengalami kelelahan maupun luka ringan selama menjalankan proses pemadaman.
Petugas juga dibekali masker untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari asap dan debu yang muncul di sekitar lokasi kebakaran. Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan dukungan kesehatan diberikan karena petugas harus bekerja di medan yang cukup berat dan terpapar asap selama proses pemadaman.
"Petugas di lapangan bekerja cukup berat, sehingga kondisi kesehatan mereka juga harus diperhatikan. Dokkes Polres Malang turun langsung untuk memberikan pemeriksaan, pengobatan bagi petugas yang mengalami keluhan maupun luka, serta membagikan masker," kata Budiono, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, dukungan medis tersebut menjadi bagian dari penanganan karhutla agar petugas tetap dapat menjalankan tugas dengan kondisi yang terpantau.
"Kalau ada petugas yang kelelahan atau mengalami luka saat bertugas, bisa langsung mendapat penanganan. Kami juga mengingatkan petugas agar tetap memperhatikan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri ketika membutuhkan istirahat," ujarnya.
Dukungan kesehatan dilakukan bersamaan dengan upaya pemadaman dan pendinginan yang masih berlangsung di sejumlah titik kawasan TNBTS.
Pada Minggu siang, petugas gabungan masih melakukan pemadaman manual menggunakan water sprayer dan hydrant portable di lokasi yang hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua dan berjalan kaki.
Sementara itu, sejumlah kawasan seperti Blok Batengan, Blok Painem, dan Blok Kentongan masih dalam proses pembasahan atau pendinginan. Di Blok Painem juga masih terdapat titik api yang berada di lereng curam dan sulit dijangkau melalui jalur darat.
Budiono mengimbau petugas maupun masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak untuk memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika asap mulai menebal.
"Jika mengalami sesak, pusing, mual, kelelahan berlebihan atau keluhan kesehatan lainnya, jangan dipaksakan. Segera beristirahat dan mendapatkan pemeriksaan," pungkasnya.










