TVRINews, Surabaya
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyatakan kesiapan dirinya menjadi promotor bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Kunjungannya ke sentra UMKM Kampung Lumpia di kawasan Ngagel, Surabaya, pada Senin 27 Juli 2026 menjadi penegasan komitmen tersebut.
Politisi yang akrab disapa BHS itu menekankan bahwa upaya memperkenalkan produk lokal tidak bisa semata-mata dibebankan kepada pelaku usaha. Ia memandang perlu adanya kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif.
"Saya siap menjadi tukang promosinya UMKM. Ini juga kewajiban pemerintah, baik pusat maupun daerah, agar produk-produk UMKM semakin dikenal masyarakat luas," ujar BHS.
Menurutnya, promosi masih menjadi salah satu tantangan klasik yang membelit UMKM. Tanpa ekosistem pemasaran yang kuat, produk berkualitas sekalipun akan kesulitan menembus pasar yang lebih luas.
"Promosi UMKM harus dilakukan bersama. Pemerintah bisa membantu mengenalkan makanan khas Surabaya melalui berbagai sarana sehingga pasar mereka semakin luas," tambahnya.
Dalam kunjungan itu, Bambang menilai Kampung Lumpia Ngagel sebagai salah satu potensi kuliner khas Surabaya yang layak mendapat dukungan penuh. Sentra ini memiliki kapasitas produksi tinggi dan telah menjangkau pasar lintas daerah.
Ia pun meyakini bahwa keberpihakan pada sektor UMKM merupakan strategi fundamental dalam memperkokoh ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.
Terkait ekosistem usaha yang sehat, BHS menyoroti pentingnya kebijakan fiskal yang berpihak. Ia berharap pelaku UMKM sejenis Kampung Lumpia tidak langsung dibebani pajak yang dapat menghambat laju pertumbuhan usaha mereka di fase awal. Stimulus berupa keringanan fiskal dinilai lebih relevan untuk mengakselerasi perkembangan usaha rakyat.
Guna memperkuat daya ungkit UMKM, Bambang mendorong pemanfaatan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara optimal.
"Dukungan pemerintah harus konkret, salah satunya lewat akses pembiayaan. Manfaatkan KUR dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa agunan dan bunga ringan agar UMKM bisa naik kelas," jelasnya.
Selain akses permodalan, bentuk dukungan teknis juga disalurkan secara langsung. Pada kesempatan tersebut, Bambang memberikan bantuan berupa empat unit kamera pengawas (CCTV) dan dua alat pemadam api ringan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan lingkungan produksi yang lebih aman dan nyaman bagi para pelaku usaha.
Sementara itu, Kasmono, salah satu pelaku usaha lumpia setempat, menyambut baik perhatian yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa produksi harian Kampung Lumpia mampu menembus 4.000 potong, bahkan melonjak hingga 6.000 potong pada akhir pekan atau momen pertandingan sepak bola.
Produk lumpia tersebut kini tidak hanya memenuhi pasar Surabaya, tetapi telah merambah ke Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Krian, Solo, hingga Sragen.
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan Pak Bambang. Semoga dukungan ini bisa ditindaklanjuti dengan program pembinaan dan promosi nyata sehingga Kampung Lumpia makin dikenal luas," pungkas Kasmono.









