TVRINews, Surabaya
Produk-produk unggulan binaan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur turut meramaikan pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dari kedua provinsi sekaligus memperluas peluang kerja sama perdagangan, investasi, dan pemasaran produk unggulan daerah. Kehadiran OPOP Jawa Timur dalam misi dagang ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kualitas produk pesantren kepada pasar yang lebih luas.
Pada misi dagang kali ini, OPOP Jawa Timur menghadirkan berbagai produk unggulan dari pesantren binaan, di antaranya Pesantren Azidan Barokatuz Zainil Hasan, Probolinggo dan Pesantren Darussalam, Tulungagung. Beragam produk yang ditampilkan meliputi keripik pisang Gedang Koe, kain batik, bawang merah Batu Ijo, produk Arabian Food, teh bubuk, aneka snack cokelat, serta berbagai produk unggulan lainnya. Kehadiran produk-produk tersebut mendapat perhatian dari para pelaku usaha yang hadir karena dinilai memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa Misi Dagang Jawa Timur–Riau merupakan pelaksanaan misi dagang kelima yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2026. Menurutnya, setiap pelaksanaan misi dagang selalu diarahkan untuk memperkuat kemitraan antardaerah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dunia usaha, hingga berbagai institusi pendukung.
"Untuk tahun 2026 ini merupakan misi dagang yang kelima. Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama," ujar Khofifah.
Khofifah menegaskan bahwa misi dagang bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli, melainkan instrumen strategis untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan antarwilayah.
"Misi dagang ini bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri. Inilah esensi dari Misi Dagang yang terus kita bangun," tegasnya.
Salah satu peserta dari OPOP Jawa Timur, Pengasuh Pesantren Azidan Barokatuz Zainil Hasan, Dian Retno, mengaku keikutsertaan dalam misi dagang memberikan manfaat besar bagi pelaku UMKM berbasis pesantren. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan peluang kerja sama dengan berbagai mitra usaha.
"Kegiatan ini sangat membantu dan memberikan wadah bagi UMKM untuk menambah pasar sehingga perputaran usaha juga semakin meningkat, termasuk UMKM berbasis pesantren yang diwadahi oleh Program OPOP. Semoga ke depan semakin banyak peluang seperti ini yang dapat diikuti oleh pesantren. Saya juga sangat senang karena pelaku UMKM di Riau sangat terbuka dan antusias terhadap produk-produk Jawa Timur. Semoga kerja sama yang sudah terjalin dapat terus berlanjut. Terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur yang telah mewadahi Program One Pesantren One Product sehingga produk kami semakin dikenal dan diterima oleh berbagai kalangan," ungkap Dian.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan Pesantren Darussalam Tulungagung, Etik Elfiyatin. Ia mengungkapkan bahwa misi dagang menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan produk pesantren kepada calon mitra dari berbagai daerah. Bahkan, selama kegiatan berlangsung, produk yang dibawanya berhasil membuka peluang kerja sama dan mendapatkan ketertarikan dari calon mitra untuk pengembangan usaha di masa mendatang.
"Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak kesempatan untuk memperkenalkan produk pesantren. Beberapa produk yang kami bawa berhasil membuka peluang kerja sama dengan calon mitra, bahkan ada ketertarikan untuk pengembangan produksi dalam bentuk maklon. Harapan kami, kerja sama yang sudah terjalin dapat berjalan dengan baik dan terus berlanjut. Ke depan semoga semakin banyak koperasi pondok pesantren yang mendapatkan kesempatan mengikuti misi dagang sehingga semakin banyak produk pesantren yang dikenal dan mampu menembus pasar yang lebih luas," tutur Etik.
Keikutsertaan produk-produk OPOP Jawa Timur dalam Misi Dagang Jawa Timur–Riau menjadi bukti bahwa produk pesantren memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, OPOP terus mendorong koperasi pondok pesantren untuk memperluas jaringan pemasaran, membangun kemitraan usaha, serta meningkatkan nilai tambah produk sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren dan masyarakat.










