TVRINews, Lamongan
Puluhan lembaga pendidikan memadati Lapangan Gajah Mada, Kota Lamongan, guna menyemarakkan Pameran Pendidikan Lamongan tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026.
Ajang tahunan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan ini merupakan rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) yang ke-457 tahun serta peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Acara bergengsi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, pada Jumat sore, 22 Mei 2026.
Dalam kesempatan meninjau stan pameran, Dirham memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai kreativitas anak didik yang dinilainya sangat luar biasa, terutama konsep zero waste.
"Jadi konsepnya dari SMP 1 Lamongan ini zero waste. Dalam sumber daya alam yang ada, sebisa mungkin dimanfaatkan sampai titik terakhir. Nah ini, maksudnya program yang luar biasa," ujar Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, saat ditemui di sela-sela peninjauan stan pameran.
Dirham menambahkan, gelaran yang diinisiasi Dinas Pendidikan ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan di Lamongan terus bergerak dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Alhamdulillah, antusias masyarakat luar biasa. Tidak hanya sektor pendidikan yang berbahagia, tetapi UMKM, masyarakat. Tidak hanya guru-guru, tapi siswa-siswi dan orang tua juga hadir turut menyukseskan pameran pendidikan Lamongan tahun 2026. Ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan di Lamongan semuanya kreatif, inovatif, bisa menampilkan produk-produk unggulan," tandasnya.
Sementara itu, kreativitas ramah lingkungan disuguhkan oleh SMP Negeri 1 Lamongan yang memamerkan inovasi berupa baterai dari kulit pisang. Penemuan ini menjadi salah satu daya tarik utama yang sempat ditinjau langsung oleh jajaran syaf pemerintahan.
Kepala SMP Negeri 1 Lamongan, Safiudin, mengungkapkan bahwa karya anak didiknya tersebut lahir dari semangat untuk mencari solusi energi alternatif yang murah dengan memanfaatkan limbah di lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan sekolah dalam kegiatan ini adalah untuk menjaga keberlanjutan ide-ide kreatif dari para siswa.
"Kami ingin anak-anak terus beraspirasi dan berinovasi. Melalui pemanfaatan limbah kulit pisang ini, siswa belajar bahwa peduli lingkungan bisa melahirkan solusi energi alternatif yang bermanfaat nyata," ungkap Safiudin mengenai latar belakang inovasi sekolahnya.
Tak kalah menarik, Korwil Bidang Pendidikan (Bidik) Kecamatan Sekaran juga unjuk gigi dalam pameran ini dengan memperkenalkan karya dari siswa SDI Ar Roudhoh berupa 'Sepeda Jus'. Inovasi ini memanfaatkan tenaga kinetik atau gerak dari kayuhan sepeda untuk memutar blender hingga menghasilkan jus segar tanpa mengandalkan listrik PLN.
Korwil Bidik Kecamatan Sekaran, Nanang Eko Prajoko, menjelaskan bahwa inovasi Sepeda Jus ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemkab Lamongan, yakni 'Rabu Mancal Pedal', yang digalakkan sebagai upaya penghematan energi dan kampanye hidup sehat.
"Melalui Sepeda Jus ini, anak-anak ingin membuktikan bahwa hidup sehat dan hemat energi itu bisa dipraktikkan lewat hal yang menyenangkan. Ini juga implementasi nyata di lapangan untuk mendukung gerakan 'Rabu Mancal Pedal'. Intinya prinsipnya inovasi tanpa henti untuk kemajuan pendidikan," tutupnya.










