TVRINews, Surabaya
Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Universitas Airlangga dalam kegiatan pentahelix bertajuk “Transformasi KPRI dan Koppontren Retail Menjadi Koperasi Modern” yang digelar Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam memperkuat ekosistem koperasi di Jawa Timur melalui sinergi pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku koperasi.
Forum tersebut mengajak peserta memahami langkah transformasi agar koperasi mampu berkembang dan tetap relevan di tengah perubahan pola bisnis yang semakin cepat. Puluhan perwakilan Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) dan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam diskusi dan sesi berbagi pengalaman. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperluas jejaring antarkoperasi dalam menghadapi tantangan sektor retail yang terus berkembang.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Nusa, dalam sambutannya sebagai narasumber utama menyampaikan materi berjudul “Peran Pemerintah dalam Mendorong Transformasi Koperasi Retail di Indonesia.”
Ia menjelaskan pemerintah terus berkomitmen mendorong koperasi agar bertransformasi menjadi lembaga usaha yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Transformasi tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan usaha.
“Pemerintah terus mendorong transformasi koperasi agar lebih adaptif, profesional, dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha. Koperasi harus menjadi pelaku ekonomi yang relevan dan kompetitif di era modern. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha, koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi anggotanya,” ujar Endy.
Dari unsur akademisi, Universitas Airlangga menghadirkan Gancar Premananto yang membawakan materi “Koperasi Retail di Era Ekonomi Digital: Tantangan dan Peluang Masa Depan.”
Ia menjelaskan perubahan perilaku konsumen akibat perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi koperasi retail. Namun, digitalisasi juga membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperluas pasar, serta memperkuat hubungan dengan anggota dan pelanggan.
“Era ekonomi digital menghadirkan tantangan yang tidak ringan, namun di saat yang sama membuka peluang yang sangat besar bagi koperasi untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat layanan kepada anggota. Koperasi perlu berani melakukan inovasi serta memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha agar mampu bersaing dan tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Gancar.
Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Ghofirin, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dengan Universitas Airlangga dalam mendukung penguatan koperasi pesantren dan KPRI.
Ia menilai transformasi koperasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor agar menghasilkan koperasi yang kuat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa depan.
“Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting dalam membangun koperasi yang lebih modern dan berdaya saing. Kami berharap Koppontren dan KPRI di Jawa Timur terus meningkatkan kapasitasnya, memanfaatkan teknologi, serta memperkuat inovasi usaha sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi anggota, pesantren, dan masyarakat luas,” pungkasnya.










