TVRINews, Malang
Jumlah warga negara asing (WNA) yang menggunakan layanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencapai 182.155 penumpang sepanjang Januari hingga September 2026.
Angka tersebut meningkat 8,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebanyak 167.736 penumpang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan peran kereta api dalam mendukung mobilitas wisatawan mancanegara yang berkunjung ke berbagai daerah di Jawa Timur.
Menurutnya, jaringan kereta api yang menghubungkan sejumlah kota memberikan alternatif transportasi bagi wisatawan untuk menjangkau beragam destinasi, mulai dari wisata perkotaan, budaya, kuliner, hingga alam.
“Jawa Timur memiliki banyak destinasi wisata yang tersebar di berbagai daerah. Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang memberikan kemudahan bagi wisatawan mancanegara untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya dengan perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien,” ujar Mahendro.
Berdasarkan data KAI Daop 8 Surabaya, dari total 182.155 penumpang WNA tersebut, sebanyak 111.048 penumpang tercatat tiba di wilayah Daop 8 Surabaya. Jumlah ini meningkat 7,8 persen dibandingkan periode Januari hingga September 2025 yang mencapai 103.036 penumpang.
Sementara itu, jumlah penumpang WNA yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya mencapai 71.107 orang, naik 9,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 64.700 penumpang.
Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Malang menjadi dua simpul utama mobilitas penumpang WNA di wilayah Daop 8 Surabaya.
Untuk kedatangan, Stasiun Surabaya Gubeng mencatat jumlah tertinggi sebanyak 39.882 penumpang WNA. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Malang dengan 36.119 penumpang dan Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 15.057 penumpang.
Dari sisi keberangkatan, Stasiun Surabaya Gubeng juga menempati posisi teratas dengan 28.595 penumpang WNA. Disusul Stasiun Malang sebanyak 19.875 penumpang dan Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 13.584 penumpang.
Mahendro mengatakan tingginya aktivitas penumpang WNA di Surabaya dan Malang memperlihatkan peran kedua kota tersebut dalam mendukung pergerakan wisatawan di Jawa Timur.
“Kami melihat kereta api bukan hanya sebagai moda transportasi dari titik A ke titik B, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman perjalanan wisata. Konektivitas antarkota melalui kereta api memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk menjangkau berbagai destinasi di Jawa Timur,” katanya.
KAI Daop 8 Surabaya, lanjut Mahendro, terus berupaya menjaga kualitas layanan dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara.
Wisatawan domestik maupun mancanegara dapat mengakses informasi jadwal perjalanan dan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI serta kanal resmi KAI lainnya.
Peningkatan jumlah penumpang WNA tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya pemanfaatan kereta api untuk mobilitas wisatawan di wilayah Daop 8 Surabaya.
Konektivitas antarkota diharapkan dapat mendukung perjalanan wisata sekaligus memudahkan wisatawan mengenal lebih banyak destinasi di Jawa Timur.










