TVRINews, Lamongan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar pasar murah di Alun-alun Lamongan. Kegiatan ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pasar murah yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan tersebut menyediakan berbagai komoditas bahan pokok dengan harga di bawah harga pasaran.
Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat disediakan dalam bazar murah, di antaranya beras medium dengan harga Rp70.000 per lima kilogram. Selain beras, tersedia minyak goreng seharga Rp15.000 per liter dan gula pasir Rp16.000 per kilogram.
Harga telur ayam di pasaran yang mulai melonjak juga tersedia di pasar murah Pemprov Jatim dengan harga lebih murah, yakni Rp21.000 per kilogram. Tersedia juga aneka bumbu dapur, seperti bawang dan cabai.
Adapun harga sejumlah komoditas yang dijual dalam pasar murah tersebut, yakni cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, cabai rawit Rp4.000 per 100 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Kepala Diskoperindag Lamongan, Anang Taufik, mengatakan pasar murah telah digelar di sejumlah titik desa dan mendapat respons positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan dengan mempertimbangkan permintaan dari desa maupun masyarakat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemkab Lamongan rencananya akan terus memperluas jangkauan pasar murah ke sejumlah desa hingga akhir tahun dan awal tahun mendatang guna memberikan harga bahan pokok murah bagi masyarakat serta menjaga stabilitas harga.
"Sudah jalan di beberapa titik desa dan Alhamdulillah hari ini kita berkolaborasi dengan pemerintah provinsi. Komoditas yang dibawa luar biasa, ada beras medium dan premium serta sembako lainnya," kata Anang, Selasa, 1 September 2026.
Warga masyarakat, Tarlimah, mengaku sangat terbantu karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar yang melonjak tajam.
“Tadi beli beras, bawang, minyak lebih murah. Alhamdulillah, berasnya dapat Rp 55 ribu, telur Rp 21 ribu. Jauh lebih murah, membantu. Semoga lebih murah dan sering digelar," ungkapnya.
Kegiatan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi instrumen pengendalian harga pangan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.









