TVRINews, Lamongan
Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang menyebabkan sumber air utama warga mengering.
Kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu bulan. Pasokan air dari telaga desa terus menyusut sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Merespons kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan sebanyak 25.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Salah seorang warga, Zaimah, mengatakan masyarakat terpaksa menghemat penggunaan air karena debit telaga terus berkurang. Bahkan, ketika telaga mengering, warga harus membeli air bersih dari mobil tangki swasta.
"Sudah hampir satu bulan tidak turun hujan. Air di telaga masih ada, tetapi jumlahnya sangat terbatas sehingga harus dihemat. Kalau benar-benar kering, kami harus membeli air tangki seharga Rp200 ribu. Satu tangki biasanya hanya cukup untuk satu hingga dua minggu, tergantung jumlah anggota keluarga," ujar Zaimah.
Ia mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah daerah karena sangat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami sangat senang dan berterima kasih atas bantuan dropping air ini. Bantuan ini sangat meringankan beban warga," katanya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang meninjau langsung penyaluran bantuan di Desa Kedungkumpul mengatakan, wilayah Sarirejo dan Kembangbahu menjadi daerah prioritas penanganan karena hampir setiap tahun terdampak kekeringan saat musim kemarau.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa wilayah yang menjadi langganan kekeringan dan menjadi prioritas penanganan. Hari ini BPBD mulai menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian warga di Sarirejo dan Kembangbahu. Armada dropping air akan kami siagakan hingga Oktober mendatang," ujar Yuhronur.
Selain penanganan darurat, Pemkab Lamongan juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan krisis air bersih di wilayah selatan.
Menurut Yuhronur, pemerintah daerah tengah mengkaji perluasan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) atau jaringan pipa PDAM dari wilayah Mojokerto menuju kawasan yang masih mengalami kesulitan air bersih.
"Kami terus mengupayakan penyambungan jaringan pipa dari Mojokerto. Saat ini jaringan baru menjangkau Kembangbahu dan Tambakboyo. Untuk wilayah Sarirejo masih kami hitung kebutuhan investasinya. Sementara ini, kebutuhan masyarakat tetap kami penuhi melalui penambahan distribusi air bersih," jelasnya.
Pemkab Lamongan memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung guna menjamin kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.









