TVRINews, Surabaya
Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Gus Ghofirin, menghadiri finalisasi rancangan keputusan Gubernur Jawa Timur tentang rencana pengembangan pesantren di Ruang Rapat Jayabaya, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kamis, 21 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam menyusun arah kebijakan pengembangan pesantren yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Jawa Timur.
Forum ini juga memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjadikan pesantren sebagai bagian penting pembangunan daerah, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur yang diwakili Wahyu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang diwakili Reni, serta Sekretaris Jenderal OPOP Jatim Gus Ghofirin.
Kehadiran berbagai instansi tersebut bertujuan menyelaraskan substansi kebijakan agar implementasinya berjalan efektif dan sesuai kebutuhan pesantren di berbagai daerah.
Sebanyak 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mengikuti forum finalisasi itu. Masing-masing OPD akan menjadi leading sector sesuai bidang dan kewenangannya dalam mendukung pengembangan pesantren.
Keterlibatan lintas sektor menunjukkan pengembangan pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan daerah yang mencakup berbagai aspek strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesantren.
Rancangan kebijakan tersebut memuat sejumlah program prioritas yang akan dijalankan secara kolaboratif oleh berbagai OPD. Program itu meliputi pemberdayaan ekonomi pesantren, pembangunan kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, pelestarian lingkungan, pengurangan risiko bencana, pembinaan sumber daya manusia pesantren, hingga pengembangan Sistem Data dan Informasi Pesantren Daerah (SDIPD).
Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas pesantren agar mampu berkembang secara mandiri dan adaptif menghadapi tantangan zaman.
Sekretaris Jenderal OPOP Jatim Gus Ghofirin menegaskan pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan masyarakat apabila didukung kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.
“Pesantren hari ini bukan hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pemberdayaan ekonomi umat, pembangunan sosial, hingga penguatan sumber daya manusia. Karena itu, sinergi antar OPD menjadi langkah penting agar pesantren mendapatkan fasilitasi yang tepat, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Gus Ghofirin dalam forum tersebut.
Melalui finalisasi rancangan keputusan gubernur ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pengembangan pesantren dapat berjalan lebih terarah dan memperoleh dukungan maksimal dari berbagai kalangan.
Kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu mendorong pesantren berkembang tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga ekonomi, sosial, kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan kebijakan tersebut, pesantren di Jawa Timur diharapkan semakin mandiri, berkembang, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.










