TVRINews, Malang
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman meninjau langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Perumahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, 12 Juni 2026.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar, terutama setelah muncul sejumlah laporan terkait dapur MBG yang dihentikan operasionalnya akibat persoalan pengolahan limbah.
Dari hasil peninjauan, Dudung menilai fasilitas dapur SPPG Sawojajar telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan yang tinggi. Penilaian tersebut mencakup sistem akses masuk, proses pengolahan makanan, hingga penyajian menu bagi penerima manfaat.
"Dapur ini sangat bersih, dan standar sebagaimana diinginkan bapak Presiden," terang KSP, Prof Dudung ditemui di lokasi pengecekan SPPG di kawasan Perumahan Sawojajar, Kota Malang, Jumat, 12 Juni 2026.
Selain kebersihan, seluruh tahapan operasional dapur dinilai telah menerapkan prosedur higienitas sesuai standar kesehatan. SPPG Sawojajar juga memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung penyusunan menu serta pengawasan proses produksi makanan.
“Prosedur sudah diterapkan bahkan mulai dari penyajian menu, aktivitas karyawan, proses belanja bahan baku hingga pengawasan pelaksanaan pengolahan makanan sudah menerapkan teknologi digital,” tambah KSP.
Dudung mengatakan hasil peninjauan tersebut akan dibawa ke Jakarta dan disampaikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program MBG. Ia juga menyoroti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di dapur tersebut yang dinilai modern dan telah memenuhi standar lingkungan.
“Ini akan menjadi bahan rekomendasi bagi Badan Gizi Nasional dalam pembenahan dan pengembangan dapur MBG ke depan, karena di sini antisipasi amdal nya juga sudah sangat modern dan memenuhi standart,” katanya.
Menurut data yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, saat ini terdapat 68 SPPG yang telah beroperasi di Kota Malang. Dari jumlah tersebut, enam dapur masih disuspend atau tidak beroperasi karena terkendala masalah instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Dapur SPPG Sawojajar diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pengembangan dapur MBG di berbagai daerah, khususnya dalam penerapan standar kebersihan, keamanan pangan, serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan.










