TVRINews, Ponorogo
Polres Ponorogo mengerahkan 600 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian puncak peringatan Grebeg Suro 2026 dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Pengamanan difokuskan pada sejumlah agenda budaya dan religi yang diperkirakan dihadiri ribuan masyarakat.
Personel mulai disiagakan sejak Senin, 15 Juni 2026, untuk mengawal Kirab Pusaka, Jamasan Pusaka, penutupan Grebeg Suro, serta Laku Tirakatan yang berlangsung pada malam hari. Pengamanan dilanjutkan pada Selasa (16/6/2026) saat prosesi Larungan di Telaga Ngebel, yang menjadi salah satu agenda utama sekaligus daya tarik wisata dalam perayaan Grebeg Suro.
Kepala Bagian Operasi Polres Ponorogo, Kompol Edi Suyono, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan mendapat pengamanan maksimal guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
"Harapannya semua kegiatan berjalan lancar. Situasi kamtibmas tetap aman terkendali sehingga masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan aman," ujar Kompol Edi usai memimpin apel pengamanan, Senin (15/6/2026).
Menurut Edi, pengamanan tidak hanya melibatkan personel Polres Ponorogo, tetapi juga didukung berbagai instansi lintas sektor.
Selain menempatkan personel di sejumlah titik strategis, kepolisian juga mengedepankan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
"Salah satunya melalui koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan pencak silat, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah," lanjutnya.
Sementara itu, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo memastikan seluruh personel telah siap mengawal setiap tahapan kegiatan hingga selesai. Ia menilai sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran Grebeg Suro tahun ini.
"Kita akan bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan Suro," pungkasnya.










