TVRINews, Probolinggo
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan bersama Balai Pengujian Perkeretaapian melakukan uji fungsi Jembatan Welded Through Truss (WTT) BH 374 di Jembatan Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 23 Mei 2026.
Uji fungsi ini dilakukan untuk mengukur kekuatan struktur jembatan sekaligus memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api di lintasan tersebut. Sejumlah petugas dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya turut melakukan pengujian pada jembatan yang dibangun pada tahun 2022 itu.
Humas Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Alfaviega Septian Pravangasta menjelaskan terdapat dua tahapan dalam uji fungsi Jembatan Bayeman.
“Pengujian dilakukan untuk memastikan kelayakan jembatan sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan kereta api. Ada dua bagian utama dalam uji fungsi ini, yakni uji dinamis dan uji statis,” ujarnya dikutip, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pada uji dinamis jembatan dilewati dua lokomotif sekaligus dengan total berat sekitar 186 ton pada kecepatan hingga 60 kilometer per jam.
Sementara pada uji statis, dilakukan pengukuran lendutan atau perubahan bentuk jembatan setelah dilalui rangkaian kereta api secara berulang.
“Pengukuran ini bertujuan untuk memproyeksikan perubahan struktur jembatan dalam jangka panjang hingga 50 tahun ke depan,” tambahnya.
Jembatan Bayeman memiliki bentang utama sepanjang 60 meter dan bentang sisi timur 15 meter. Jembatan yang telah berusia sekitar empat tahun itu sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
Selain di Probolinggo, uji fungsi jembatan serupa juga telah dilakukan di Kediri, Banyuwangi, dan akan dilanjutkan di Jember.
Melalui kegiatan uji berkala ini, Kementerian Perhubungan berharap keselamatan perjalanan kereta api semakin terjamin serta layanan transportasi semakin aman dan andal, termasuk saat menghadapi kondisi ekstrem seperti banjir besar.










