TVRINews, Bangkalan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meninjau langsung kondisi SDN Kajuanak 4 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang ambruk sekitar setahun lalu.
Kunjungan tersebut disambut haru para guru setelah pemerintah memastikan rehabilitasi total bangunan sekolah segera dilakukan.
Salah seorang guru perempuan tampak menangis saat mengetahui rencana perbaikan tersebut. Kehadiran Menteri Abdul Mu’ti disambut Kepala SDN Kajuanak 4, para guru, siswa, aparat desa, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
SDN Kajuanak 4 tercatat mengalami kerusakan parah akibat bencana alam pada 2025. Sejumlah fasilitas seperti ruang kelas, ruang administrasi, dan unit kesehatan sekolah rusak, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan di bawah tenda darurat dan memanfaatkan teras rumah warga.
Abdul Mu’ti menjelaskan, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah tersebut telah mengajukan program revitalisasi yang mencakup rehabilitasi empat ruang kelas, satu ruang administrasi, pembangunan dua ruang kelas baru, satu paket toilet, serta satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Menurutnya, pada Mei 2026 proses telah memasuki tahap finalisasi dokumen dan segera ditandatangani pihak terkait.
"Tidak lama lagi sekolah ini segera direvitalisasi," ujarnya, disambut tepuk tangan guru, siswa, dan orang tua murid.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Abdul Mu’ti juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan.
Kepala SDN Kajuanak 4, Ningsih, mengatakan proposal revitalisasi telah diajukan pada Desember 2025 dan mendapat respons positif. Ia menjelaskan, bangunan sekolah roboh pada 24 November 2025 akibat hujan deras disertai angin kencang.
"Untungnya, saat kejadian tidak ada kegiatan belajar mengajar, karena bencana itu di luar jam sekolah," katanya.
Sejak saat itu, proses belajar mengajar dilakukan di ruang terbuka dengan penutup seadanya serta menumpang di rumah warga.
"Saya dikabari Disdik Bangkalan sehari sebelum Pak Menteri ke sini. Ini sungguh di luar dugaan saya. Terus terang, saya bersama tim seperti dapat kado yang sangat indah, tidak disangka dan tidak terduga akan didatangi Pak Menteri langsung," ujar Ningsih.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti juga berdialog dengan Kepala Desa Kajuanak, Marsit, untuk memastikan status lahan sekolah yang sebelumnya sempat dilaporkan dalam kondisi sengketa.
Selain meninjau sekolah, Abdul Mu’ti juga menghadiri kegiatan warga Muhammadiyah se-Madura serta meresmikan pembangunan masjid baru di Kecamatan Burneh, Bangkalan.










