TVRINews, Surabaya
Tim Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur melakukan penyelidikan terkait hilangnya seorang perempuan asal Bogor berinisial DH (30) dan anaknya, AGEF, yang masih berusia empat tahun, di Madiun.
Hilangnya DH dan anaknya dilaporkan ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026. Sementara itu, DH terakhir kali berkomunikasi dengan keluarganya pada 20 September 2026. Kasus hilangnya ibu dan anak tersebut sempat viral di platform Threads.
Saat ini, Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim tengah mencari keberadaan DBM, yang diketahui merupakan suami siri DH. Pasalnya, setelah korban dilaporkan hilang ke polisi, DBM juga menghilang.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengatakan bahwa kasus tersebut langsung diselidiki setelah laporan diterima. Dari hasil penyelidikan, Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim bersama Satreskrim Polres Madiun Kota menemukan indikasi dugaan pembunuhan.
"Ini bukan sekedar hilang ibu dan anak. Terus perjalanan penyelidikan itu kita menemukan kecurigaan-kecurigaan, petunjuk-petunjuk, ada barang bukti yang kita dapat juga, indikasi mengarah ke pembunuhan," ujar Jumhur, Minggu, 25 Oktober 2026.
Pertemuan terakhir DBM dengan DH dan anaknya diketahui berlangsung di salah satu hotel di wilayah Kota Madiun. Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman kamera pengawas atau CCTV hotel, DBM terlihat keluar dari hotel sambil membawa tas besar.
"Kita urut pertemuan terakhir ada di salah satu hotel di wilayah Madiun Kota, kita dapat CCTV-nya bahwa gerakan dari si yang lapor ini, suami sirinya ini, sama seperti waktu saya ungkap (kasus pembunuhan) koper merah. Target ini bawa tas besar," jelasnya.
AKBP Jumhur menegaskan bahwa Tim Subdit III Jatanras Polda Jatim saat ini masih mencari keberadaan DBM. Perwira menengah berpangkat dua melati tersebut menyatakan akan segera mengamankan terduga pelaku.
Sebelumnya, DH dan AGEF dilaporkan hilang kontak sejak 20 September 2026. Keduanya merupakan warga asal Bogor, sedangkan DBM merupakan warga Madiun. Mereka diketahui terakhir kali bertemu di salah satu hotel di Kota Madiun.










