TVRINews, Lamongan
Jelang bergulirnya kompetisi Championship 2026–2027, proses pemeliharaan dan pemulihan rumput di Stadion Surajaya Lamongan menunjukkan progres positif. Hingga pertengahan Agustus 2026, tingkat kesiapan dan perawatan lapangan utama tersebut telah mencapai 70 persen.
Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudporapar) terus mengawal secara intensif pengerjaan tersebut agar kondisi markas kebanggaan Laskar Joko Tingkir siap digunakan secara optimal.
Kepala Bidang Keolahragaan Disbudporapar Kabupaten Lamongan, Fauzan Badri, mengungkapkan bahwa sejumlah tahapan krusial dalam pemeliharaan rumput lapangan telah selesai dilaksanakan.
"Alhamdulillah, progresnya sudah lumayan bagus. Saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen. Tahapan sterilisasi dan top dressing (penambahan lapisan media pasir) sudah selesai kami lakukan," ujar Fauzan Badri saat dikonfirmasi pada Selasa, 18 Agustus 2026, sore.
Fauzan menjelaskan, pascaproses sterilisasi dan top dressing, fokus tim pemeliharaan saat ini adalah menjaga serta menunggu pertumbuhan rumput baru secara merata, khususnya di area-area yang baru ditangani.
"Prosesnya masih terus berjalan dan kami pantau secara ketat. Sekarang tinggal menunggu rumput dapat tumbuh optimal di titik-titik yang kemarin dilakukan top dressing," jelasnya.
Lebih lanjut, Fauzan menargetkan kondisi rumput Stadion Surajaya diproyeksikan mencapai kesiapan penuh 100 persen pada awal bulan mendatang sehingga siap menyambut laga di ajang Championship.
"Insyaallah, pada awal September nanti kondisi rumput sudah bisa maksimal dan siap digunakan. Pemantauan akan terus kami lakukan sampai hasilnya benar-benar sempurna," pungkas Fauzan.










